Utusan Damai di Kemelut Perang


Surat Nommensen tertanggal 20-6-1878 ditulis setelah beliau kembali mendampingi ekspedisi militer Belanda menumpaskan perjuangan Singamangaraja

Surat Nommensen tertanggal 20-6-1878 ditulis setelah beliau kembali mendampingi ekspedisi militer Belanda menumpaskan perjuangan Singamangaraja

Publikasi “Utusan Damai di Kemelut Perang: Peran Zending dalam Perang Toba” menyorot peran penginjil Jerman dari RMG (cikal bakal VEM), terutama Ludwig Ingwer Nommensen (juga sering ditulis Ingwer Ludwig Nommensen), dalam Perang Batak Toba ke-I. Pada tahun 1877 para missionaris RMG memanggil tentara pemerintah kolonial Belanda karena mereka merasa terancam oleh pasukan Singamangaraja XII dan karena takut keberhasilan zending akan lenyap bila para misionaris diusir dari Silindung dan Bahal Batu. Panggilan misionaris segera ditanggapi oleh pihak pemerintah. Pada 6 Februari 1878 pasukan Belanda tiba di Pearaja, kediaman penginjil Ludwig Ingwer Nommensen, dan bersama-sama dengan penginjil Nommensen mereka berangkat ke Bahal Batu untuk menyusun benteng pertahanan. Sisingamangaraja yang merasa terprovokasi mengumumkan perang (pulas) pada tanggal 16 Februari. Pemerintah Belanda dan para penginjil memutuskan agar lebih baik untuk tidak hanya menyerang markas Singamangaraja di Bangkara tetapi untuk sekalian menaklukkan seluruh Toba. Penginjil Nommensen dan Simoneit mendampingi pasukan Belanda pada perjalanan ekspedisi militernya dari bulan Februari hingga Mei 1878. Puluhan kampung (huta) Batak dibakar dan para raja huta diharuskan bersumpah setia pada pemerintah Belanda dan membayar pampasan perang. Jumlah korban jiwa di pihak Sisingamangaraja tidak diketahui dengan pasti namun bisa mencapai puluhan atau bahkan ratusan orang. Penginjil Nommensen yang mendampingi tentara penjajah dalam ekspedisi militer mencatat secara akurat kisah berlangsungnya Perang Toba Pertama.

Buku ini ditulis oleh Dr. Uli Kozok dan berdasarkan catatan otentik pihak zending yang untuk pertama kali diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

8 responses to “Utusan Damai di Kemelut Perang

  1. John Pakpahan

    3M (bukan nama perusahaan), tapi Merchant, Military & Missionary, memang itu tujuan para kolonial. Ironi ya. Menyebar kabar baik sambil merampas, membunuh dan menguasai, tp itulah sejarah dan sdh terjadi. Ambil positifnya saja.
    Sebaiknya kita kaum Batak hrs mengeliminasi penyakit kronis HOTEL (hosom, teal, elat, late)
    Ompunta na jolo martungkothon sialagunde, pinungka ni parjolo, ido sipadengganon (ndang siihutonon) ni parpudi. Continuous improvementlah, jaman berubah.

  2. yang penting damai……..

  3. bisa dikutip ya, tulisan apa saja dari bapak uli kozok, utk disiarkan di tabloid pusukBuhit, tabloid orang batak, terbit perdana 1 mei 2012, mingguan, 24 halaman terbti tiap hr selasa.

    hormat saya

    efendy naibaho
    pemimpin redaksi
    hp 0819 600 0819
    email: redaksi@pusukbuhit.com

    • Hallo Pak Efendy,
      Tentu saja boleh dikutip. Kalau mau mewawancarai saya juga boleh, entah melalui skype, email atau facebook,

      Sekian dan salam,

      Uli

  4. Edward Simanungkalit

    Horas Pak Uli Kozok,
    Saya sangat berterima kasih dengan buku Bapak ini yang telah banyak mengungkap sejarah melalui data-data primer. Selanjutnya, saya mohon ijin oleh karena akan sangat banyak mengutip terutama dari data-data primer tersebut untuk tulisan-tulisan saya nantinya. Mauliate …

    Tabe,
    Edward Simanungkalit

  5. Horas Pak Uli Kozok,
    Sudah sejak lama saya menyukai tulisan-tulisan bapak di media online maupun di media lainnya. Tulisan bapak sungguh memberi pencerahan bagi banyak umat. Tentu saja bagiku yang sejak kecil mendengar cerita tentang Misionar Nommensen dan Pahlawan Sisingamangaraja XII. Semakin banyak membaca tentang kedua tokoh ini, semakin banyak tanya yang berlesatan dalam kepalaku. Saya berharap, bapak Uli Kozok lebih banyak lagi menulis tentang Batak supaya pertanyaan-pertanyaan dalam benakku segera terjawab. Terima kasih Pak Uli Kozok, tulisanmu membuatku semakin mengenali diriku sendiri sebagai orang batak.

    Tabe,

    Alfian Simanjuntak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s